Tempatnya Sharing Ilmu Kesehatan Terutama Di Bidang Farmasi

8 Waktu yang Dianjurkan Minum Air Putih Selama Puasa

8 Gelas Air Putih Sehari (Jelasberita)
Selama puasa tentunya kita harus menjaga kondisi supaya tetap fit dan fresh. Terutama selama bulan puasa ramadan ini. Kita harus pintar-pintar menjaga kesehatan tubh kita supaya puasa kita berjalan dengan lancar. Salah satunya yaitu menjaga tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Dehidrasi merupakan hal yang sangat penting dalam kesehatan. Apabila seseorang mengalami gejala dehidrasi ringan-berat dan tidak segera ditangani dengan baik, maka akan berakibat buruk bahkan kematian. Masalahnya yaitu tubuh kekurangan cairan.

Anjuran dokter untuk minum air putih 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari ini memang ditujukan salah satunya untuk menghindari dehidrasi tubuh. Takaran berapa gelas/liter disesuaikan dengan kondisi tubuh dan akivitas sehari-hari. Ukuran 8 gelas/2 liter per hari itu hanya standar kurang-lebih untuk orang dewasa, bisa leboh atau kurang dan dapat disesuaikan.

Nah, bagaimana pada waktu puasa?kan seharian gak minum air putih tuh?apa gak dehidrasi?
Pertanyaan ini akan dibahas lebih lanjut dan mendalam. Mari kita bahas satu per satu.

Pertama yang harus dipahami adalah selama puasa asalkan kita sahur dan minum air putih yang cukup tidak akan mengalami dehidrasi kecuali melakukan aktivitas fisik yang berat dan mengeluarkan banyak keringat. Lalu biar tidak mengalami dehidrasi selam puasa?kita harus minum berapa gelas saat sahur dan buka puasa?

Kita asumsikan kebutuhan air putih untuk orang dewasa yaitu 8 gelas atau sekitar 2 liter air putih. Kalau minum air putih saat sahur 4 gelas dan saat buka puasa 4 gelas bagaimana? sebenarnya tidak apa-apa, tetapi ukuran perut seseoran kan berbeda-beda. Kalau sekali minum langsung 4 gelas nanti malah kembung dan sering ke toiler, hehe. Nah dibawah ini dijelaskan 8 waktu yang dianjurkan minum air putih selama puasa.
1 gelas pertama.
Minumlah air putih segera saat bangun tidur sebelum sahur. Waktu ini juga sangat dianjurkan oleh dokter segera minum putih saat bangun tidur.

1 gelas kedua
Minumlah air putih saat setelah selesai sahur.

1 gelas ketiga
Minumlah air putih segera saat berbuka/mendengar adzan maghrib. Hal ini sangat dianjurkan karena setelah seharian perut kosong dan otomatis kekurangan cairan. Dan jangan terburu-buru makan makanan yang berat. Biarkan perut beradaptasi dahulu. Baru kemudian makan makanan yang ringan.

1 gelas keempat
Minumlah air putih saat setelat sholat maghrib dan segera makan makanan yang berat. Jangan terlalu nafsu karena nanti perutmu malah sudah terisi penuh dengan makanan. Dan seperti pesan nabi, isilah perutmu 1/3 dengan air. 1/3 dengan makanan dan 1/3 dengan udara.

1 gelas kelima
Minumlah air putih saat setelah selesai makan.

1 gelas keenam
Minumlah air putih saat selesai sholat isak. Kalau sholat isaknya dimasjid bersama dengan sholat tarweh bisa dilakukan setelah sholat tarweh.

1 gelas ke tujuh
Minumlah air putih saat selesai sholat taraweh. Apabila sholat tarweh dilakukan bersamaan bisa dilakukan minum sekaligus 2 gelas. Tetapi alangkah baiknya membawa minum saat pergi ke masjid.

1 gelas ke delapan.

Air putih terkahir diminum saat menjelang/sebelum tidur malam. Sesuai anjuran dokter juga minumlah air putih saat bangun maupun sebelum tidur.

Jadi total sehari pas 8 gelas air putih atau sekitar 2 liter. Dengan begini dehidrasi tubuh bisa dihindari.

Sekian dan semoga bermanfaat.
Salam apoteker.

Golongan dan Mekanisme Kerja Obat Antidiabetes Yang Wajib Di Ketahui

Golongan dan Mekanisme Kerja Obat Antidiabetes Yang Wajib Di Ketahui
Golongan dan Mekanisme Kerja Obat Antidiabetes Yang Wajib Di Ketahui
Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif/keturunan yang paling besar ada di indonesia. Diabetes melitus merupakan penyakit dimana kadar gula darah diatas normal. Pengobatan diabetes melitus umumnya dilakukan dengan cara olahraga yang teratur, diet yang sesuai dan menggunakan obat oral diabetes (OAD) atau menggunakan suntikan insulin. Berbeda dengan penderita diabetes tipe 1 harus mutlak menggunakan suntikan insulin, sedangkan penderita diabetes tipe 2 biasanya kadar gula turun dengan diet dan menjaga olahraga, terkadang juga harus menggunakan obat oral diabetes atau suntikan insulin dan bahkan menggunakan kombinasi tersebut tergantung dengan keparahan penyakit.

Kali ini akan dijelaskan mengenai golongan, mekanisme dan contoh dari obat antidiabetes (OAD). Sejauh ini dikenala da kurang lebih 4 macam golongan obat antidiabetes. Mari kita bahas satu per satu.


Golongan pertama obat oral antidiabetes yaitu golongan sulfonilurea. Golongan sulfonilurea ini bekerja dengan cara merangsang organ pankreas agar memproduksi lebih banyak insulin. Sehingga insulin dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya.  Golongan dari sulfonilurea ini diberikan kepada penderita diabetes dimana belum mengalami kerusakan pada pankreas dan penderita tidak mengalami obesitas. Golongan sulfonilurea hendaknya diminum sebelum atau menjelang tidur karena akan menyebabkan hipoglikemia. Contoh dari obat oral antidiabtes golongan sulfonilurea adalah                 klopropamid, glipizid, glimepirid dan yang terkenal dan sering didengara yaitu glibenklamid.


Selanjutnya golongan kedua obat oral antidiabetes yaitu golongan biguanid. Mekanisme kerja dari golongan biguanid adalah dengan cara meningkatkan kepekaan/sensitivitas dari sel-sel dalam organ tubuh dalam menerima glukosa yang dibawa oleh hormon insulin.  Golongan obat oral antidiabetes jenis bigunanid ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus tipe 2 yang biasanya penderita diabetes melitus tipe 2 kebanyakana mengalami masalah obesitas.  Bagi penderita yang mengkonsumsi golongan ini biasanya akan mengalami gangguan pencernaan, oleh karena itu dalam penggunaannya harus dimulai dari dosis terendah dahulu dan seterusnya. Contoh dari obat oral antidiabtes golongan biguanid adalah metformin.


Selanjutnya golongan ketiga obat oral antidiabtes yaitu akarbose. Akarbose merupakan penghambat alfa glukosidase intestinal yang mekanisme kerjanya dengan cara memperlambat absorbsi dari karbohidrat dan sukrosa. Perlu diketahu bahwa karbohidrat merupakan komponen makanan yang mengandung gula, oleh karena itu penderita diabetes melitus disarankan untuk diet karbohidrat. Akarbose memiliki efek yang kecil tetapi memiliki efek yang bermakna dalam menurunkan kadar gula dalam darah. Akarbose ini bisa juga dijadikan terapi penunjang bila terapi menggunakan sulfonilurea dan biguanid tidak memadai.  Efek samping yang utama dari penggunaan akarbose ini adalah flatulensi dan efek ini dapat berkurang sendirinya dengan waktu.

Sekian dari S.Farm.apt

Semoga bermanfaat.

Imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) Manfaat dan Efek Samping

Imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) Manfaat dan Efek Samping
Mediskus
DPT adalah kepanjangan dari Difeteri Pertusi dan Tetanus. Ketiga penyakit ini berbeda, tapi apabila tidak segera ditangani maka akan berdampak yang serius bahkan berdampak kematian. Imunisasi DPT biasanya diberikan pada saat Balita. Biasanya kalau kalian ingat waktu kecil diberikan di posyandu yang ada dikelurahan, hehe

Sekarang mari kita bahas satu persatu
Difteri merupakan penyakit yang menyerang pada saluran pernafasan, utamnya yaitu hidung dan tenggorokan. Difteri disebabkan oleh bakteri dan bisa menular. Bakteri ini menghasilkan lapisan tebal berwana abu-abu dan apabila tidak segera ditangani mengakibatkan sulit makan dan nafas. Dan lebih parahnya lagi akan mengakibatkan gagal jantung dan lumpuh
Pertusis
Peretusis merupakan jenis penyakit yang menyerang pernafasan juga, penyakit ini biasa disebut dengan batuk rejan.  Penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia

Tetanus
Tetanus merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat mengakibatkan kaku otot, lumpuh dan bahkan kejang. Penyakit ini apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan parahnya persebaran bakteri dan mengakibatkan kematia.

Imunisasi DPT biasanya diberikan pada saat balita. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 5 kali berturut-turut. Tahap pertama pada usia 2, 4 dan 6 bulan. Kemudian tahap kedua diberikan pada usia 1,5-2 tahun dan tahap ketiga diberikan pada saat usia 5 tahun. Jika pada saat dilakukan imunisasi DPT tahap pertama atau tahap kedua anak mengalami kondisi seperti demam tinggi, gangguan saraf dan kejang maka imunisasi DPT dihentikan untuk tahap selanjutnya sampai kondisi anak stabil. 

Semua obat termasuk Vaksin memiliki efek samping yang merugikan, efek samping yang ditimbulkan akibat pemberian imunisasi DPT biasanya adalah demam ringan, kulit memerah pada bekas suntikan dan kulitnya menjadi bengkak, dan tentunya anak pasti rewel setelah diberikan imunisasi DPT. Efek samping imunisasi DPT ini tidak semuanya terjadi pada anak, tergantung kondisi fisik dari anak tersebut.

Dengan adanya imunisasi DPT ini akan menjadikan perlindungan kepada anak dan nanti kedepannya angka kematian atau keparah dari penyakit ini dapat ditekan dengan pemberian imunisasi DPT

Pentingnya Vakisn Kanker Servix dan Efek Samping Yang DI Timbulkan

Kanker Servix
Vaksin Kanker Servix (Prodia)
Kanker merupakan penyakit yang ditakuti oleh semua orang karena keganasannya. Kanker sebenarnya bisa dicegah apabila mengetahui tanda dan gejalanya. Kanker yang paling besar menimbulkan kematian di Indonesia adalah kanker servix dan payudara . ada banyak upaya dan cara untuk menekan angka kejadian tersebut. Salah satunya yaitu dengan cara vaksin kanker servix.

Kanker servix menyerang pada dinding/leher rahim wanita. Penyebab dari kanker servix ini adalah virus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Virus penyebab kanker servix ini adalah human papilomavirus (HPV). Nah, dengan kanker servix ini diharapkan angka kejadian penderita kanker servix di Indonesia berkurang. 

Infeksi HPV pada wanita apabila tidak ditangani dengan segera maka akan menyebabkan pertumbuhan sel baru yang ada di servix. Sel inilah yang nantinya berkembang dan tumbuh menjadi kanker servix

Wanita sebaiknya dianjurkan untuk melakukan vaksin kanker servix. Vaksin yang direkomendasikan sebayak tiga kali pemberian. Vaksin kanker servix pertama kali diberikan pada umur 11-20 tahun, vaksin kanker servix kedua diberikan biasanya satu/dua bulan setelah pemberian vaksin pertama dan vaksin kanker servix yang ketiga diberikan 6 bulan setelah pemberian vaksin kanker servix yang pertama.

Diharapkan pemberian vaksin kanker servix selama tiga kali tersebut bisa dijadikan sebagai perlindungan/imunitas pada wanita jangka panjang yang akhirnya angka kejadian kanker servix di Indonesia bisa berkurang. Pria pun juga dianjurkan untuk melakukan vaksin kanker servix. Biasanya kalau pria diberikan vaksin kanker servix saat berumur 26 tahun.

Jenis-jenis vaksin kanker servix.

Dibawah ini merupakan beberapa contoh vaksin kanker servix :

Yang pertama yaitu Cervarix. Umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker.Vaksin HPV ini ditujukan hanya untuk wanita.

Yang kedua yaitu Gardasil. Digunakan untuk mencegah kanker dan pra kanker serviks, vulva, vagina dan anus. Selain mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin. Untuk laki-laki, penggunaan vaksin ini dapat dilakukan pada usia 9-26 tahun.

Yang ketiga yaitu Gardasil 9. Cakupan pencegahan infeksi HPV dari vaksin ini lebih luas dari Gardasil sebelumnya, yaitu termasuk HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang terkait erat sebagai penyebab kanker serviks. Untuk laki-laki, Gardasil 9 dapat digunakan untuk usia 9-15 tahun.


Efek Samping Vaksin Kanker Servix
Semua obat/vaksin pasti ada efek samping yang merugikan. Orang yang diberikan vaksin kanker servix yang sering dikeluhkan seperti bengkak, nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan vaksin. Selain itu juga seperti demam, mual dan rasa sakit di seluruh badan. Efek samping ini terjadi tergantun masing-masing individu.


Demikian informasi yang dapat disampaikan, silahkan share dan semoga bermanfaat

Sumber : alodokter

Salam Apoteker



Back To Top